Sepohon kayu

in Steem For Lifestyle11 days ago (edited)

IMG20260410085602.jpg

Pohon di halaman kantor

div.png

Hagoe's Village: April, 10th 2026

Perjalanan hidup seiring diibaratkan dengan dedaunan yang ada di pepohon, dimana pada saatnya daun-daun itu akan jatuh berguguran ke tanah. Oleh sebab itu menjadi tugas bagi kita agar hidup kita lebih bermakna selama berada di dunia ini

Sepohon kayu daunnya rimbun
Lebat bunganya serta buahnya
Walaupun hidup seribu tahun
Bila tak sembahyang apa gunanya

Ini adalah penggalan syair lagu yang pernah dipopulerkan oleh seorang Da'i muda, almarhum Ustadz Jefri Al Buchori, yang berisi nasehat agar kita selalu menjadi orang yang taat atas perintah Tuhan, yang dalam konteks Islam disini adalah melaksanakan sholat lima waktu.

Tentu juga dibarengi dengan amalan-amalan baik lainnya termasuk memberikan manfaat serta kebaikan kepada orang lain dan alam sekitarnya.

Hidup manusia juga sering diibaratkan dengan sebatang pohon, dimana dedaunannya akan gugur satu persatu pada saatnya. Artinya semua orang akan mengalami kematian, yang dalam hal ini diasosiasikan dengan daun yang jatuh (gugur).

IMG20260410063749.jpg

Sarapan pagi

Di Jum'at berkah ini aku bangun pagi seperti biasanya untuk melaksanakan sholat subuh di rumah saja, karena kewajiban sholat bagi seorang muslim adalah hal yang utama.

Dan setelah selesai melaksanakan sholat tentu aku harus bersiap-siap melakukan aktivitas lainnya, karena ini merupakan hari kerja kantoran, meskipun pihak pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan untuk WFH (Work From Home) di hari Jum'at dalam rangka efisiensi penggunaan bahan bakar minyak.

Pemerintah pusat memberlakukan kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara dan pegawai swasta sebagai antisipasi krisis energi akibat ketegangan di Middle East, tetapi belum ditindaklanjuti dengan peraturan dan surat edaran oleh Pemerintah Daerah sehingga kami masih melaksanakan Work From Office (WFO) di hari ini.


IMG20260410073826.jpg

Berangkat ke kantor

Sebelum berangkat ke kantor, aku juga harus membereskan tanaman-tanaman dan peliharaan kami di pagi ini. Sementara si kecil Alvira akan ke sekolahnya dengan menggunakan sepeda saja.

Aku akan ke kantor Puskeswan Lhoksukon pada hari ini bersama adikku dengan menggunakan motor saja sekalian akan melakukan kunjungan takziah ke rumah salah seorang rekan yang sedang mengalami musibah atas meninggalnya ibunda tercintanya.


IMG20260410075113.jpg

Puskeswan Matangkuli

Seperti biasanya aku singgah terlebih dahulu di Puskeswan Matangkuli untuk melakukan presensi pagi melalui aplikasi Siapacut. Dan kemudian segera menuju kantor Puskeswan Lhoksukon.

Suasana di Puskeswan Matangkuli pagi ini masih cukup lengang dan belum ada staf yang berada di kantor. Yang tampak hanyalah papan nama kantor yang terletak diatas tanah, yang kemungkinan belum sempat dipasang pada tempatnya.


IMG20260410085549.jpg

Puskeswan Lhoksukon

Aku memacu motor dengan kecepatan sedang untuk membawaku dan adikku ke tempat kami bekerja, yaitu Puskeswan Lhoksukon. Dan seperti halnya Puskeswan Matangkuli, Puskeswan Lhoksukon juga terlihat masih lengang.

Belum ada staf yang berada di kantor. Sementara cuaca di pagi ini terlihat cukup cerah dengan awan biru disertai awan putih tipis dan sinar matahari yang terpancar dari ufuk timur.


IMG20260410082112.jpg

Di ruang kerja

Aku memarkirkan motor di tempat parkir kantor, lalu segera masuk ke ruang kerjaku, menghidupkan AC dan juga PC di ruang kerja.

Aktivitas ku di kantor seperti biasa, memantau WA grup dan memberikan informasi kepada para staf terkait kegiatan hari ini, termasuk rencana kunjungan ke rumah duka (rumah salah seorang petugas kesehatan hewan yang mengalami musibah).

Aku menunggu beberapa saat di ruang kerja sambil mendengarkan lagu-lagu di aplikasi YouTube. Dan nantinya akan melakukan kunjungan Takziah ke tempat musibah ketika beberapa staf sudah tiba di kantor.


IMG20260410095334.jpg

Proses pemakaman

Sekitar pukul 09 pagi, beberapa staf sudah tiba di kantor Puskeswan Lhoksukon dan kemudian kami sama-sama menuju rumah duka yang merupakan rumah salah seorang rekan yang sama-sama berada di stakeholder peternakan dan kesehatan hewan.

Ibunda tercinta dari rekan kami tersebut telah meninggal dunia tadi malam di usianya yang ke-78 tahun. Dan hari ini akan dilaksanakan fardhu kifayah sebagai seorang muslim.

Fardhu kifayah yang dimaksud adalah proses memandikan mayat, memakaikan kain kafan, mensholati si mayat dan menguburkannya (memakamkannya).

Proses pemakaman dilakukan di sebuah tempat pemakaman umum di desa setempat, yang tidak jauh dari rumah duka.

Almarhumah meninggal dunia di usia ke-78 yang tergolong cukup tua karena mengalami komplikasi beberapa penyakit. Dan ini merupakan rahasia Ilahi, dimana tidak seorang pun akan tahu kapan ajal akan menjemput kita.

Sehingga seperti lirik lagu dari ustadz Jefri Al Buchori, kita harus mempersiapkan diri dengan amalan-amalan dan juga ketaatan menjalankan perintah Tuhan, karena kita tidak tahu kapan kita akan meninggalkan dunia yang fana ini.


Ulekan ikan
Peucicah

Menu makan siang tradisional

Setelah mengikuti proses pemakaman Ibunda dari rekan kerja kami, kami pun pulang ke rumah karena sebentar lagi kami harus menunaikan sholat Jum'at di mesjid Baitul Maarif Teupin Jaloh yang merupakan mesjid di kampung kami.

Sebelum berangkat ke mesjid, aku makan siang terlebih dahulu dengan menu yang sempat aku beli tadi di tempat penjualan lauk-pauk di Keudee Matangkuli.

Sebagai Wong Ndeso (orang pedesaan), aku sangat menyukai menu-menu tradisional atau masakan orang kampung. Dan selain memasak sendiri terkadang kami juga membelinya di pasar, yang sudah dimasak atau sudah siap disajikan.


IMG20260410164206.jpg

Presensi sore

Setelah melaksanakan sholat Jum'at di mesjid Baitul Maarif Teupin Jaloh, aku kembali ke rumah untuk beristirahat dan juga merampungkan postingan ku untuk hari ini.

Setelah selesai sholat ashar barulah aku kembali ke kantor Puskeswan Matangkuli untuk melengkapi presensi sore disana. Dan kemudian sempat singgah di sebuah poultry shop di Keudee Matangkuli untuk membeli pakan pelet untuk ikan-ikan yang ada di rumah kami.


IMG20260410173304.jpg

Mangga

Sore ini aku mengupas beberapa buah mangga untuk cemilan kami di sore ini sebelum nantinya tiba waktu makan malam.

Saat ini pohon mangga yang ada di halaman rumah kami sedang berbuah sehingga kami punya cukup buah mangga untuk cemilan kami sekeluarga.

Walaupun pohonnya hanya satu batang, tetapi buahnya lumayan banyak, besar-besar dan rasanya pun cukup manis.


Bubur Kanji
Kuah pliek mujair

Makan malam

Aku membereskan tanaman-tanaman dan peliharaan kami termasuk memberi makan ikan-ikan dengan makanan pellet yang aku beli tadi di pasar.

Kemudian kami sekeluarga makan malam di rumah sebelum melaksanakan sholat magrib, dengan menu yang telah disiapkan oleh istriku.

Ibuku mengantarkan bubur janji rumbi untuk kami, yang merupakan menu favorit istriku. Dan aku juga sempat membeli menu tradisional favorit ku tadi di pasar, yaitu Kuah pliek.

Yang sedikit berbeda dengan Kuah Pliek sore ini adalah hanya berisi Ikan mujair saja. Sedangkan Kuah pliek pada umumnya didominasi oleh aneka sayur-sayuran.

Setelah selesai makan malam, kami pun bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib di sore ini.


Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!

Regards

@ alee75

Ciptakanlah keindahan di dalam hati Anda, dan keindahan di sekitar Anda akan mengikuti - Jalaluddin Rumi

We invite you to support @pennsif.witness for growth across the whole platform through robust communication at all levels and targeted high-yield developments with the resources available.
Click Here
Sort:  

+1Лайк ! Удачного дня вам !!!

 11 days ago 

Thank you 🙏

 11 days ago 

WhatsApp Image 2026-04-02 at 13.01.31.jpeg