Kadal lebun Surabaya
Siang hari saya pergi ke ladang untuk mencari foto Kadal yang lucu untuk saya publikasikan bertujuan menambahkan ilmu pengetahuan alam, Ini adalah Kadal Kebun / Bunglon Rumah, nama ilmiahnya Calotes versicolor (dalam bahasa Indonesia sering disebut Bunglon Asia atau Bunglon Kebun).
- Ada pun ciri-ciri nya antara lain;
Tubuh berwarna cokelat keabu-abuan dengan garis-garis samar, memiliki duri kecil di bagian belakang kepala dan leher, dapat sedikit mengubah warna kulit sesuai lingkungan.
Tempat hidup: Sangat umum ditemukan di Indonesia, di kebun, sawah, pinggir jalan, dan area terbuka.
Sifat: Tidak berbahaya bagi manusia, pemakan serangga (nyamuk, lalat, ulat) sehingga justru bermanfaat mengendalikan hama.
Catatan: Berbeda dengan bunglon sejati yang bisa mengubah warna secara drastis; spesies ini hanya berubah sedikit tergantung suhu dan suasana hati.
- Cara Berkembang Biak Bunglon Kebun (Calotes versicolor)
- Jenis: Bertelur (ovipar)
- Musim kawin: Biasanya saat musim hujan (sekitar Oktober–Maret di Indonesia), saat makanan melimpah.
- Proses berkembang biak nya;
Jantan akan menunjukkan warna lebih cerah, mengembangkan sisih leher, dan melakukan gerakan anggukan kepala untuk menarik perhatian betina serta mengusir saingan.
Setelah kawin, betina akan menggali lubang dangkal di tanah yang gembur, lembap, dan terlindung (seperti di bawah semak atau tumpukan daun kering).
Jumlah telur: 8–20 butir per kali bertelur, cangkang berwarna putih dan agak lunak.
Masa pengeraman: Sekitar 40–60 hari, tergantung suhu lingkungan. Tidak ada induk yang menjaga telur; telur menetas sendiri.
Anak bunglon: Panjangnya sekitar 3–4 cm saat baru menetas, sudah bisa bergerak aktif dan mencari makan sendiri. Mencapai kematangan seksual pada usia sekitar 1 tahun.
Singkatnya: mereka bertelur di tanah, tidak mengerami, dan anaknya hidup mandiri sejak lahir.
- Kebiasaan Makannya;
Jenis makanan: Pemakan serangga (karnivora kecil). Makanannya berupa nyamuk, lalat, semut, ulat, belalang, laba-laba, dan serangga kecil lainnya.
Cara berburu: Diam menunggu mangsa lewat, lalu melesat dengan cepat menangkapnya menggunakan lidah yang lengket.
Manfaat: Sangat bermanfaat untuk mengendalikan populasi serangga hama di kebun atau sekitar rumah.
- Jangka Umur Hidupnya;
- Di alam bebas: Sekitar 5–8 tahun
- Jika dipelihara dengan baik: Bisa mencapai 8–10 tahun
- Hal penting yang perlu diketahui
Tidak beracun & tidak berbahaya: Gigitannya pun jarang melukai, hanya terasa sedikit nyeri jika merasa terancam.
Dapat mengubah warna: Hanya sedikit menyesuaikan dengan suhu, cahaya, atau suasana hati tidak secepat dan beragam bunglon sejati.

