Kadal lebun Surabaya

Siang hari saya pergi ke ladang untuk mencari foto Kadal yang lucu untuk saya publikasikan bertujuan menambahkan ilmu pengetahuan alam, Ini adalah Kadal Kebun / Bunglon Rumah, nama ilmiahnya Calotes versicolor (dalam bahasa Indonesia sering disebut Bunglon Asia atau Bunglon Kebun).

84651.jpg

  1. Ada pun ciri-ciri nya antara lain;
  • Tubuh berwarna cokelat keabu-abuan dengan garis-garis samar, memiliki duri kecil di bagian belakang kepala dan leher, dapat sedikit mengubah warna kulit sesuai lingkungan.

  • Tempat hidup: Sangat umum ditemukan di Indonesia, di kebun, sawah, pinggir jalan, dan area terbuka.

  • Sifat: Tidak berbahaya bagi manusia, pemakan serangga (nyamuk, lalat, ulat) sehingga justru bermanfaat mengendalikan hama.

  • Catatan: Berbeda dengan bunglon sejati yang bisa mengubah warna secara drastis; spesies ini hanya berubah sedikit tergantung suhu dan suasana hati.

  1. Cara Berkembang Biak Bunglon Kebun (Calotes versicolor)
  • Jenis: Bertelur (ovipar)
  • Musim kawin: Biasanya saat musim hujan (sekitar Oktober–Maret di Indonesia), saat makanan melimpah.

84646.jpg

  1. Proses berkembang biak nya;
  • Jantan akan menunjukkan warna lebih cerah, mengembangkan sisih leher, dan melakukan gerakan anggukan kepala untuk menarik perhatian betina serta mengusir saingan.

  • Setelah kawin, betina akan menggali lubang dangkal di tanah yang gembur, lembap, dan terlindung (seperti di bawah semak atau tumpukan daun kering).

  • Jumlah telur: 8–20 butir per kali bertelur, cangkang berwarna putih dan agak lunak.

  • Masa pengeraman: Sekitar 40–60 hari, tergantung suhu lingkungan. Tidak ada induk yang menjaga telur; telur menetas sendiri.

  • Anak bunglon: Panjangnya sekitar 3–4 cm saat baru menetas, sudah bisa bergerak aktif dan mencari makan sendiri. Mencapai kematangan seksual pada usia sekitar 1 tahun.

  • Singkatnya: mereka bertelur di tanah, tidak mengerami, dan anaknya hidup mandiri sejak lahir.

  1. Kebiasaan Makannya;
  • Jenis makanan: Pemakan serangga (karnivora kecil). Makanannya berupa nyamuk, lalat, semut, ulat, belalang, laba-laba, dan serangga kecil lainnya.

  • Cara berburu: Diam menunggu mangsa lewat, lalu melesat dengan cepat menangkapnya menggunakan lidah yang lengket.

  • Manfaat: Sangat bermanfaat untuk mengendalikan populasi serangga hama di kebun atau sekitar rumah.

  1. Jangka Umur Hidupnya;
  • Di alam bebas: Sekitar 5–8 tahun
  • Jika dipelihara dengan baik: Bisa mencapai 8–10 tahun
  1. Hal penting yang perlu diketahui
  • Tidak beracun & tidak berbahaya: Gigitannya pun jarang melukai, hanya terasa sedikit nyeri jika merasa terancam.

  • Dapat mengubah warna: Hanya sedikit menyesuaikan dengan suhu, cahaya, atau suasana hati tidak secepat dan beragam bunglon sejati.