Pendaki Pemula

in Steem SEA10 months ago

Assalammualaikum ya ahlil steemit...

Beberapa hari ini cuaca berganti dengan cepat, membuat gelisah, dimana terik membahana berubah menjadi hujan dengan angin kencang petir menggelegar. Selain memgancam kesehatan juga membuat waspada jadwal perencanaan bepergian. Namun tragedi yang sudah terjadi adalah 15 ekor ayam kampung saya tewas sakit karena cuaca tersebut. Terlepas dari kalimat pembuka tulisan ini, ada kabar dari seberang pulau sana bahwasanya Juliana Marins perempuan 27 Tahun asal Brazil tewas di gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat Indonesia.

Kabar duka ini berseliweran di media sosial di hape saya, sungguh sedih sebenarnya. Memang banyak nyawa yang melayang saat pendakian sebuah gunung namun bukan sebuah normalisasi. Juliana tewas setelah terjatuh dari jurang Rinjani, saya belum pernah mendaki gunung Rinjani nun bisa kita bayangkan betapa dibutuhkan mental dan fisik disana. Kabarnya sesaat setelah terjatuh Juliana masih tampak hidup dan duduk di jurang berpasir, namun akhirnya meninggal dunia dan di evakuasi setelah 5 hari lamanya. Proses SAR dianggap terlalu lama, tapi memang lama menurut saya juga karena notabenenya orang tidak makan minum selama 3 hari sudah sekarat apalagi dengan kondisi jatuh ke jurang seperti itu.

Namun banyak netizen Indonesia tidak terima saat dianggap lamban dalam proaes SAR Juliana, ada beberapa faktor lamanya proses SAR tersebut. DiantaranyaMedan yang curam, kondisi cuaca yang ekstrim seperti kabut dan angin sampai peralatan SAR yang masih sangat kurang, untuk Sumber daya SAR masih dianggap mumpuni mereka berjuang dan bekerja keras disetiap detiknya. Kita harus mengakui saat dikritik bahkan dihujat bahwa kita belum memiliki peralatan SAR yang memadai untuk Veritcal Rescue di Rinjani sana, bahkan kita dikatakan negara miskin juga jangan marah memang miskin jangan pula sok-sok kaya.

IMG_20250301_175745.jpg
Jaga Pohon Kita ya,.. Untuk anak cucu kedepan

Kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja, jika malaikat maut dapat perintah mencabut nyawa tidak mengenal tunda walau hanya sedetik. Walaupun mendaki gunung termasuk olahraga atau aktivitas ekstrim bukan berarti olahraga catur tidak ada potensi kematiannya, bahkan anda duduk ngopi dan lagi main hape saja bisa tewas jika sudah waktunya. Semoga keluarga juliana yang ditinggalkan diberi ketabahandan kita semua dapat belajar dari peristiwa tersebut.

Apa yang diperlukan untuk pendaki Pemula

Bicara soal daki mendaki gunung bagi pemula sebenarnya tidak ada yang benar-benar baku, hanya persoalannya kembali ke si pendakinya mau apa. Tidak semua orang suka bahkan terheran-heran melihat orang yang suka mendaki gunung karena tidak hobi, sama seperti saya terheran-heran melihat orang yang hobi ceperin kendaraan itu karena saya tidak suka. Ada beberapa persiapan dasar kebutuhan untuk mendaki sebuah gunung, antara lain:

Pertama : Mental = saat kemauan muncul untuk mendaki maka mental harus dipersiapkan, mental disini mencakup kesemuanya termasuk mencari informasi target gunung yang cocok bagi kita pemula. Mental juga termasuk menentukan target yang wajib disesuaikan dengan kondisi mau target Top Puncak atau menikmati alam bebas disepanjang trek pendakian yang menomor duakan top puncak. Ingat kawan naik gunung itu tidak selalu harus ke puncak kita bisa ngopi di alam bebas di pinggir sungai atau di pinggir tebing yang aman dengan puncak gunungnya masih jauh, bayangkan itu begitu mensyahdukan. Atau tetapkan mental tujuan sebagai penguji fisik boleh juga, buat konten, lamar gadis, atau bahkan seru-seruan aja, semua alasan itu boleh-boleh saja, yang penting mental siap akan konsekuensinya, dan tidak meledak meletup berubah tak tentu arah ketika sudah mendaki. Kan repot baru dua tanjakan minta pulang, atau tiga kali liat pohon besar sudah goyang takut hantu gunung.

Kedua : Uang = Mempersiapkan uang juga sangat penting, setelah kita menentukan tujuan gunung maka kita persiapkan uang, untuk transport jika gunungnya jauh dari rumah, beli logistik, peralatan atau sewa peralatan yang jelas uang perlu. Semakin besar resiko bahayanya dan semakin terkenalnya gunung yang hendak di daki biasanya biayanya jadi mahal, bisa juga jadi murah meriah muntah tergantung tujuan awalnya tadi ngapain ke gunung.

Ketiga : Fisik = hal ini yang tidak bisa ditawar, semakin kuat fisik kita semakin enak kita menikmati perjalanan saat mendaki semakin lemah fisik kita semakin susah kita digunung efeknya bisa jera tidak mau daki gunung lagi atau bahkan lewat karena kelelahan. Namanya juga aktivitas alam bebas perlu fisik. Artinya fisik disini juga bukan harus kuat seperti Thor atau otot segede Hulk, cukup dengan bugar dan dalam kondisi sehat walafiat tanpa sakit.

IMG_20241026_103005.jpg
Salut sama yang pasang plang, Hak Pakai, biasanya kan Nulisnya "Tanah ini milik TN....

Semakin besar tantangan sebuah gunung maka semakin besar juga kebutuhan fisik yang bugar, lelah daki gunung burni telong berbeda dengan lelah daki gunung Jayawijaya. Kondisi bugar dalam hal perubahan suhu juga menjadi penting, latihan aklimatisasi sangat diperlukan jika itu menyangkut gunung yang level tantangannya tinggi. Memang benar sistem tubuh manusia berjalan otomatis dalam penyesuaian terhadap lingkungan sekitar namun tetap dibutuhkan waktu, itulah dimana saat kita hendak naik gunung level tinggi seperti Everest atau puncak Cartenz pyramid dibutuhkan waktu penyesuaian tubuh beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu. Ada beberapa kasus kecelakaan di gunung berkaitan dengan aklimatisasi ini, dimana secara kasat mata seseorang memiliki fisik yang bagus, atletis, dan prima justru nge-drop fisiknya saat terjadi kabut tebal yang dingin dan kemudian terkena hiportermia secara singkat. Banyak kasus drop fisik dan hipotermia melahirkan kisah-kisah mistis, tentu saja setan akan lebih mudah membisikkan kedalam hati manusia disaat kondisi fisik melemah, dan terpeleset kejurang dan tersesat atau kecelakaan sejenisnya.

Itulah segelintir pembahasan tentang persiapan untuk pendaki pemula, semua persiapan tersebut tinggal disesuaikan saja, gali informasi sebanyak mungkin akan target pendakian, kabari pihak terkait bahwasanya kita melakukan pendakian, jangan sok jago. Faktor-faktor diatas bisa kita persiapkan dan bisa kita latih serta pikirkan untuk mengantisipasinya. Itu urusan kita sebagai manusia, urusan atau faktor bencana alam yang tidak sanggup kita pikir, tiba-tiba gunung meletus sedangkan kita masih berada diatas puncak gunung itu tidak menjadi urusan kita pasrahkan itu kepada sang Khaliq, walaupun kita wajib mencari informasi gunung pada BMKG jika diperlukan.

IMG_20241106_174847.jpg
Kemping depan Rumah gaess

Kenyataan Di Lapangan

Jika kita melihat kenyataan dilapangan mungkin saja kita akan merubah pikiran kita. Tentu saja teori tidak selalu berjalan sesuai kenyataan, tips dan teori mendaki panjang lebar tidak ada artinya sama sekali jika kita melihat para akamsi naik gunung cuma untuk bermain saja, mendaki dengan pakaian biasa dan sandal jepit yang dipakaikan ditangan bukan kaki mungkin karena licin, berjalan ke puncak seperti bermain, tanpa perlengkapan memadai, logistik seadanya lewat begitu saja di depan kita dengan carrier dipunggung, nafas ngos-ngosan, GPS ditangan, dan perlengkapan lainnya, mereka slow aja daki gunung.

Kita sibuk belajar navigasi, latihan fisik dan semacamnya, eee... Datang orang Ber-uang sewa potter, guide dianya tinggal melenggang bawa bangke nya saja, dipuncak disiapkan tenda, dibuatkan kopi, bahkan kalau malas atau capek bisa digendong oleh potter tinggal bayar saja, sampe rumah buat story "Lelah kuterbayar dengan keindahanmu" Tempel foto atau video dipuncak membentangkan tangan dengan latar belakang puncak gunung berselimut awan 😅 Atau buat caption "jika kau ingin menguji dirimu maka gunung adalah jawabannya" Tarok gambar siluet lengkap dengan carrier pinjam dari potter, Padahal dia naik gunung digendong potter juga 😅

Begitulah, bagaimanapun kembali ke diri kita sendiri, baiklah demikian sedikit ulasan tentang gunung dan daki mendakian, semoga dibaca kalau tidak malas dan beri upvote 100% jika tidak pelit dan perhitungan, semoga tulisan ini ada hikmahnya, untuk foto hanya pelengkap sandiwara saja karena foto jadul pass awak naek gunung sudah tidak ada lagi harap maklum ya.... 😁 wa akhirul kalam...

Wassalammualaikum....

Buruj CK
Under Mind

dua hari Rabu 02072025

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.