Menikmati suasana di dataran tinggi Gayo
Sahabat steemit semuanya salam sukses selalu buat anda semuanya dimanapun anda berada....

Pagi ini saya berangkat menuju dataran tinggi Gayo bersama dengan rekan saya. Kami berangkat dari kota Kruenggeukueh setelah sebelumnya menyeruput segelas kopi. Dalam perjalanan ini terlihat pepohonan yang hijau yang terdapat di pinggir jalan yang kami lalui. Ini tentunya pemandangan yang bisa kita lihat di sepanjang jalan menuju Gunung Salak.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam. masih dilintaan yang sama, kami harus melewati jembatan darurat. Jembatan ini di bangun untuk menggantikan jembatan lama yang sudah rusak, karena banjir yang terjadi di tahun 2025. Dan ini merupakan perjalanan saya yang pertama sejak musibah banjir yang menimpa propinsi di ujung sumatera terjadi.
![]() | ![]() |
|---|
Sempat menikmati kopi di Buntul, di tempat biasanya saya menikmati kopi ketika berkunjung ke buntul. Dan tentunya jam masih menunjukkan pukul 08.30 pagi, ketika saya menikmati segelas kopi di tempat ini. Banyak sekali orang yang menikmati kopi di tempat ini. Dan kami juga sempat membeli bubuk kopi, di tempat ini sebelum kami melanjutkan perjalanan.

Melewati kota yang masih sepi baik lalu lintas maupun orang-orang yang melakukan aktivitas di pagi ini. Sebenarnya kota ini merupakan salahsatu kota yang sangat ramai baik aktivitas pertokoan maupun orang-orang yang memang memiliki jumlah penduduk yang banyak. Dan kami melewati kota ini dengan suasana yang lebih nyaman.

Selanjutnya kami melewati areal hijau yang terdapat di sepanjang jalan. Ini merupakan areal yang tidak terdampak dengan banjir yang terjadi pada tahun 2025. Selanjutnya kami langsung melanjutkan perjalanan dang singgah di tempat penjualan buah alpukat yang juga berada di sepanjang jalan menuju Bandara Rambele.
![]() | ![]() |
|---|
Membeli buah alpukat yang ingin saya bawa pulang ke rumah sebagai buah tangan. Kami memilih jenis alpukat yang memang siap di konsumsi. Di tempat ini juga tersedia kentang yang siap dijual, karena sudah di kemas dalam karung transparan.

![]() | ![]() |
|---|
Kami melewati perbatasan Bener Meriah dengan Aceh Tengah. Yaitu di kota Teritit yang kondisi lalu lintasnya mulai padat. Dan kami juga langsung bergerak menuju pusat kota Takengon. Suasana di pusat kota yang memang mulai ramai dengan kendaraan. Sehigga kendaraan kami tidak bisa berjalan dengan sangat lancar, lebih lambat dari biasanya.

Kami sempat singgah di hotel yang berada di belakang SPBU jalan menuju ke arah Danau Laut Tawar. Kami mengecek kamar di hotel megah yang berdiri tidak jauh dari pusat kota Takengon. Setelah mengecek kamar, kami melanjutkan perjalanan menuju Danau.

Sempat menuju ke tempat yang pernah kami kunjungi sebelumnya. Dan sempat melihat efek dari banjir bandang yang terjadi di tahun 2025. Ternyata ada tempat wisata yang sudah tidak beroperasi lagi, karena banjir yang meluluhlantakan tempat tersebut. Selanjutnya kami langsung menuju ke mesjid terdekat untuk melaksanakan shalat Jum'at berjamaah.

Kami melaksanakan shalat berjamaah di mesjid kebanggaan masyarakat Aceh Tengah ini. Suasana di mesjid ini memang snagat ramai dengan ora-orang yang ingin melaksanakan shalat berjamaah. Karena shalat Jum'at merupakan shalat wajib berjamaah bagi kaum pria muslim. Selanjutnya kami langsung pulang menuju kota Pondok Baru.

Singgah di kota yang sangat ramai dengan aktivitas perdagangan di kabupaten yang berada di dataran tinggi gayo ini. Kami menyempatkan diri untuk menikmati mie aceh di salahsatu warung sebelum kami kembali. Yang pada akhirnya kamipun segera meninggalkan dataran tinggi gayo untuk menuju ke kota Kruenggeukueh. Dan tentunya saya melanjutkan aktivitas di malam hari sebelum saya beristirahat.
Terimakasih kepada semua sahabat steemit yang terlah singgah di post saya. Salam @muzack1.






This is the first time I've heard of the Gayo Plateau. This post is a beautiful photo essay! The landscapes of the Gayo Plateau look truly spectacular and convey a great sense of tranquility (which I could really use). Thank you for sharing these images and introducing us to such a fascinating part of Indonesia.
In fact, before the major flood that occurred in November 2025, the Gayo highlands were one of the most visited tourist destinations in Aceh. Thank you for the support you have given
0.00 SBD,
0.14 STEEM,
0.14 SP