4 Petaka Dalam Hidup
Ada empat petaka dalam hidup. Jika berhasil menghindarinya, maka itu adalah sebuah keberuntungan.
Petaka pertama, berbicara tanpa disaring.
Masalah atau petaka seringkali bersumber dari ucapan, oleh karena itu terkadang diam adalah emas.
Jangan menceritakan semua kebenaran dan jangan pernah mengatakan kebohongan sama sekali.
Inilah cara orang bijak dalam menjalani kehidupan sosial.

Sebelum membuka mulut untuk berbicara, tanyakan dulu pada diri sendiri, apakah hal tersebut memang mutlak harus dikatakan.
Petaka kedua, nafsu keserakahan yang berlebihan. Pada akhirnya akan menjadi bumerang dan melahap diri sendiri.
Nafsu serakah itu bagaikan jurang yang dalam, tidak akan pernah ada habisnya. Jika kamu menghasilkan keuntungan sepuluh bagian, ambillah tujuh bagian saja, dan sisakan tiga bagian untuk disyukuri.
Hanya dengan belajar merasa cukup, kita baru bisa merasakan kebahagiaan yang abadi.
Petaka ke tiga, sikap angkuh dan sombong, pasti akan mendatangkan petaka. Kesombongan hanya akan membuat seseorang tertinggal.
Disaat sedang berada diatas angin, sering-seringlah menundukkan kepala untuk melihat apakah ada jurang dibawah kakimu.
Tetaplah menjaga kerendahan hati, karena itulah yang bisa membuatmu bisa melangkah lebih jauh.
Musibah ke empat adalah, terlalu keras kepala pada keinginan sendiri akan menghancurkan diri sendiri.
Obsesi itu ibarat memegang pasir, semakin erat digenggam, semakin cepat ia lolos dari sela-sela jari.
Belajarlah untuk melepaskan, barulah kita bisa merangkul masa depan yang lebih indah.
Good people....
Pada hakikatnya, ke empat petaka ini hilangnya kendali atas kelemahan sifat dasar manusia, asal bicara, keserakahan akan materi, keangkuhan hati, dan kekerasan kepala.
Hanya dengan membina hati melalui kerendahan hati, menahan nafsu dengan akal sehat menghindari petaka dengan berhati-hati dalam berucap, dan mematahkan obsesi dengan pikiran yang terbuka, barulah kita bisa menjauh dari malapetaka, serta mendekatkan diri pada keberuntungan dan menghindari kesialan.
Salam kompak selalu.
By @midiagam

Congratulations! This post has been voted through steemcurator09. We support quality posts, good comments anywhere and any tags.
Thanks you.