Polsek Jangka Buya dan Warga Kiran Baroh Gagalkan Amukan Api, Kerugian Capai Rp500 Juta
Meureudu – Minggu dinihari yang biasanya sunyi di Gampong Kiran Baroh, Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya, berubah menjadi momen mencekam. Kobaran api tiba-tiba melahap satu unit rumah milik Rusli Husen (65 tahun) pada pukul 04.10 WIB, 19 April 2026. Beruntung, respons cepat personel Polsek Jangka Buya yang menjadi garda terdepan berhasil menyelamatkan nyawa sang pemilik rumah dan mencegah kebakaran meluas ke permukiman padat penduduk.
Peristiwa bermula saat seorang warga yang hendak melaksanakan salat Subuh melihat kepulan asap tebal bercampur lidah api menjulang dari bagian dapur rumah milik Rusli Husen. Warga tersebut langsung berteriak membangunkan tetangga lainnya.
"Warga yang panik segera berupaya membangunkan pemilik rumah. Namun, Pak Rusli saat itu tertidur sangat pulas, mungkin karena kelelahan. Api dari dapur terus membesar dan sudah mulai merembet ke plafon kayu. Situasi sangat genting karena jarak antar rumah di sini sangat berdekatan," ujar Keuchik Gampong Kiran Baroh yang turun langsung ke lokasi.
Dalam kepanikan, warga tetap bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya seperti ember dan sambungan selang air. Hingga akhirnya, setelah beberapa kali teriakan dan ketukan keras, Rusli Husen berhasil dibangunkan dan segera menyelamatkan diri keluar dari dalam rumah yang hampir 60 persen tertutup api.
Personel Polsek Jangka Buya, yang mendapat laporan melalui Call Center 110, langsung bergerak cepat. Kurang dari 10 menit, satu regu personel yang dipimpin oleh Kanit Reskrim tiba di lokasi. Tanpa menunggu instruksi, mereka langsung membentuk rantai pemadam manusia—ada yang mengambil air dari sumur tetangga, ada yang mengamankan barang-barang berharga, dan ada pula yang mengevakuasi warga lansia di sekitar.
"Begitu menerima informasi, kami langsung turun. Prioritas utama adalah keselamatan jiwa dan mencegah api merambat ke rumah lainnya. Kami juga berkoordinasi instan dengan anggota Koramil 27 Jangka Buya yang tiba beberapa menit kemudian. Bersama warga, kami lakukan pemadaman awal dengan alat seadanya. Alhamdulillah, api tidak sempat menyentuh rumah sebelah," jelas Kapolsek Jangka Buya, Iptu Mustafa, saat ditemui di lokasi kejadian.
Kapolsek menegaskan bahwa kehadiran personel di lokasi merupakan bentuk nyata pelayanan Polri yang selalu siap siaga. "Kami tidak hanya mengamankan tempat kejadian, tetapi juga ikut memadamkan. Itu adalah bentuk pengabdian dan kedekatan kami dengan masyarakat," tegas Iptu Mustafa.
Sekitar 20 menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar Pidie Jaya tiba di lokasi. Dengan tekanan air yang kuat, kobaran api yang sempat mencapai ketinggian 7 meter akhirnya dapat dijinakkan. Proses pendinginan dan pembasahan sisa material berlangsung hingga pukul 06.00 WIB.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara yang dilakukan oleh Polsek Jangka Buya bersama Tim Inafis Polres Pidie Jaya mengindikasikan bahwa sumber api berasal dari dapur. Diduga kuat kebakaran dipicu oleh korsleting listrik (short circuit) pada instalasi kabel yang sudah rapuh dan terkelupas di dekat kompor serta rak peralatan dapur.
"Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta. Rumah semi permanen berikut seluruh isinya, termasuk dua unit sepeda motor, lemari pakaian, dan perabotan elektronik, ludes terbakar. Namun, syukur tidak ada korban jiwa. Hanya satu warga yang mengalami sesak napas ringan dan telah mendapat pertolongan pertama," ungkap Iptu Mustafa.
Menanggapi kejadian ini, Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melalui Kapolsek Jangka Buya kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di musim kemarau.
"Kami mengimbau kepada bapak dan ibu sekalian, periksa ulang instalasi listrik di rumah. Ganti kabel yang sudah terkelupas, jangan menyambung stop kontak secara berlebihan, dan pastikan kompor dalam keadaan mati saat tidur malam. Kehadiran kami yang cepat adalah bentuk komitmen Polri, namun pencegahan dari rumah tangga adalah yang utama," pesan Iptu Mustafa.
Kehadiran cepat, sinergi lintas instansi (Polri, TNI, Damkar, dan masyarakat), serta kepedulian terhadap sesama kembali menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kehadiran aparat keamanan menjadi benteng terkuat dalam menghadapi musibah kebakaran di Pidie Jaya.
(CM)


