Dua Buah Hati Tercinta
Dua buah hati ini hadir seperti sepasang cahaya pagi yang turun perlahan di halaman rumah sederhana, Yang membawa tawa, harapan, dan kehangatan yang tak pernah meminta balasan. Wajah mereka memancarkan kepolosan yang bening, seolah dunia belum sempat menggoreskan luka apa pun di hati kecil mereka. Dalam sorot mata yang jujur dan senyum yang mengembang tanpa beban, tersimpan kebahagiaan yang lebih mahal daripada segala kemewahan dunia.
Anak yang lebih besar bernama Hanim merupakan anak yang terlihat lebih tenang dan penuh percaya diri. Dengan senyum tipis yang manis, ia seperti bunga yang mulai mekar, anggun, lembut, namun menyimpan kekuatan dalam diam. Ada keteduhan di wajahnya, seolah ia sedang belajar menjadi pelindung kecil bagi adiknya.
Sementara itu, sang adik Ays, hadir seperti riang angin sore yang bermain di antara dedaunan. Tawa lebarnya menghidupkan suasana, membuat dunia terasa lebih ringan dan penuh warna. Dengan mata berbinar dan ekspresi polos yang lucu, ia menjadi sumber keceriaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Keduanya duduk berdampingan bukan hanya sebagai saudara, melainkan seperti dua bait puisi yang saling melengkapi. Satu menghadirkan ketenangan, satu lagi menghadirkan gelak tawa. Dan di antara keduanya, terjalin kasih sayang yang begitu tulus, kasih yang kelak akan menjadi kenangan paling indah bagi siapa pun yang memandang mereka tumbuh dari hari ke hari.


Dua sagai dan inong ban dua? lon doakan semoga ada adeknya yg agam... bek icok harta le wali... hehe
😀😀😀😀
That na droe neuh
Hanim and Ays are so cute and pretty little Girls. We can see in their face of being happy and innocent to the World they lived in. ☺️
Yes, they are very cute and are the light of my life